Friday, May 29, 2009

Mengenali Penyakit Lupa

Lupa sudah menjadi sifat manusia yang alamiah sekali. Sistem ingatan kita atau memori semua disimpan di dalam otak. Besar kecilnya otak seseorang tidak akan banyak berpengaruh terhadap memori, tetapi jumlah lipatan-lipatan lapisan luar di otak yang banyak berpengaruh untuk memori seseorang. Nah, di sini bagaimanapun juga memori seseorang memang terbatas lo. Jadi, ada baiknya kamu aktifkan bantuan-bantuan dari luar. Misalnya dengan mempunyai catatan harian, organizer, atau reminder.

Saat ini telepon genggam juga punya banyak fasilitas untuk membantu kita mengingat jadwal kegiatan kita sehari-hari. Jadi, kamu juga bisa mengoptimalkan penggunaan alat-alat bantu itu untuk membantu mengingat-ingat jadwal aktivitasmu sehari-hari.

Selain itu, memori juga bisa dilatih. Semakin aktif kita mengingat banyak hal atau belajar, semakin banyak sel otak kita yang akan teraktifkan, sehingga ingatan kita akan selalu terlatih baik dan tidak cepat pikun.

Dibalik itu semua, kita juga perlu mewaspadai "Penyakit" lupa ini sebab, seperti yang dilansir oleh The Straits Times (TST), edisi 9 Januari 1998, otak generasi tahun 50-an yang kini mulai menginjak usia paruh baya, mengalami kemunduran. Apa penyebab kemunduran itu dan bagaimana solusinya? Klinik Memori maupun pelbagai suplemen ditawarkan untuk membantu.

Ada sebuah cerita bahwa ada seseorang yang bernama Peter. Setiba di rumah kontrakannya sehabis berbelanja, ia kaget setengah mati. Soalnya mobilnya tak terparkir digarasi. Ia lalu bertanya kepada teman-temannya, apakah ada yang melihat siapa yang memakai mobilnya. Ia semakin bingung karena tak memperoleh jawaban. Mereka baru saja pulang dan mobilnya sudah tidak ada di garasi.

Ketika seorang teman bertanya, ia dari mana dan Peter menjawab baru dari BIP (sebuah pusat perbelanjaan di Bandung), ia langsung disambar dengan pertanyaan, "Naik apa?" Peter langsung memukul jidatnya. Segera ia balik ke BIP untuk mengambil mobilnya yang masih berada di tempat parkir BIP.

Bukan sekali itu Peter melakukan hal yang membuat rekan-rekannya geleng-geleng kepala. Ada kejadian yang lebih menggelikan dan fatal akibatnya. Waktu itu ujian akhir semester. Entah karena capai atau pusing mengerjakan soal, sepulang ujian ia langsung tidur. Malam harinya ketika ingin mengecek jawaban, kontan ia teriak-teriak. Ternyata lembar jawaban soal tidak terkumpul bersama soalnya. Justru kertas corat-coret dan kerpekan yang terkumpul. Seketika ia langsung lemas dan pasrah kalau tidak lulus.

Lain lagi dengan David Moobs. Ia juga seperti Peter, sering lupa di mana memarkir mobilnya. Gawatnya lagi, hampir setiap hari ia menduga mobilnya telah dicuri. Suatu kali pernah ia pergi ke toko membeli susu, tapi yang terbawa sampai rumah malah roti dan coklat. Tak jarang ia lupa memperbarui paspornya padahal kopor sudah siap menemani ia berlibur.

Menyerang manula

Mungkin Peter atau David bertanya-tanya, mengapa memori sering mengkhianati mereka? Seseorang mengalami lupa jika informasi yang masuk tidak mendapat perlakuan sebagaimana mestinya. Lupa dapat merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis). Ada beberapa macam bentuk lupa, yakni mudah lupa (forgetfulness), amnesia, dan demensia. Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang. Sayangnya sukar diambil atau diingat kembali saat dibutuhkan. Mudah lupa masih tergolong normal. Meskipun begitu tidak jarang hal ini merupakan tanda-tanda keadaan abnormal.

Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).

Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali. Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer).

Mirip RAM

Otak manusia berbeda dengan komputer, meski analoginya memang mirip. Sama seperti komputer di meja Anda, otak dipersenjatai dengan dua memori dasar: memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Bertentangan dengan pemahaman umum, otak manusia tidak merekam segala kejadian tanpa pilih-pilih, sebagian ada yang terkubur sampai dibangunkan kembali oleh psikiater.

Memori jangka pendek, demikian bahasa Prof. Sidiarto Kusumoputro, pengajar bidang neurologi FKUI/RSCM, bisa dianalogikan dengan RAM (Random-Access Memory). Informasi yang diterima oleh panca indera menunggu dengan singkat di memori kerja ini, semacam play group mental yang kemudian menguapkannya dengan segera. Informasi baru tersimpan setelah terjadi proses perubahan kimia dan listrik pada sel-sel saraf atau neuron. Memori jangka pendek memungkinkan Anda untuk membuat hitungan sederhana di kepala atau mengingat nomor telepon cukup lama, meski begitu selesai menelepon Anda mungkin sudah lupa. Maka, sama seperti RAM, ia juga bisa menganalisa dan menyimpan informasi tanpa membuat rekaman yang abadi.

Sedangkan memori jangka panjang bertindak sebagai hard drive, secara fisik menyimpan pengalaman yang telah lewat di daerah otak yang disebut cerebral cortex (kulit luar otak). Cortex merupakan rumah bagi belukar 100 miliar neuron yang tampangnya mirip tumbuhan merambat. Komunikasi antarsel terjadi lewat pancaran impuls-impuls kimia dan listrik. Setiap kita merasakan sesuatu - pandangan, suara, ide - impuls unik dari sebagian sel-sel saraf tersebut langsung aktif. Ada yang lalu tidak kembali ke bentuk asalnya, karena mereka memperkuat koneksi satu dengan lainnya.

Musababnya, "Memori memang adalah pelbagai pola koneksi antarneuron," kata Dr. Barry Gordon, kepala klinik gangguan memori di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins, AS. Bila suatu memori baru diperoleh, pengkodeannya bisa melibatkan ribuan neuron yang tersebar di seluruh cortex. Tapi jika informasi baru itu tidak digunakan, pola koneksi yang baru terbentuk itu akan segera pupus kembali. Sebaliknya, jika kita berulang-ulang mengingatnya lagi, pola koneksi itu akan semakin kokoh terbentuk dalam jaringan otak.

Meski demikian, keputusan untuk menyimpan atau membuang informasi biasanya dilakukan tanpa sadar, karena berada di bawah kendali hippocampus, berdasarkan pada dua pertanyaan. Pertama, apakah informasi tersebut memiliki arti emosional bagi yang bersangkutan? Nama mantan pacar akan lebih tertanam dalam memori kita daripada nama seorang menteri tertentu dalam kabinet yang usianya hanya 2 bulan. Minat khusus, atau berkadar sensasional, oke. Hal yang biasa-biasa saja, sori!

Pertanyaan kedua, apakah informasi yang masuk berhubungan dengan hal yang sudah kita ketahui? Otak memang selalu sibuk berusaha membuat asosiasi. Hal-hal yang dianggap takkan berguna tidak akan disimpan di dalam memori. Alias, lupakan saja. Dengan sistem filter ini, manusia sanggup menguasai dan melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh. Pada beberapa kasus istimewa, neurolog kadang menemukan orang-orang dengan memori super. Data yang betapa ruwet pun dapat mereka ingat. Namun, jangan kagum dulu. Umumnya daya pikir abstrak orang-orang macam ini sangat lemah. Ibarat kenal angka, mereka tak kenal makna.

Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodik. Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata. Dengan memori ini kita bisa membedakan anjing dengan kucing.

Memori Implisit biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang. Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia. Sedangkan Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.

Terakhir, Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.

Tips mengatasi lupa

Agar kita tidak mengalami kesulitan mengingat sesuatu yang kecil dan sederhana, cobalah latihan mental berikut ini untuk menajamkan daya ingat :

Menjaga pikiran tetap siap

Kekurangan tidur, stres, jenuh, tidak ada aktivitas dan alkohol merupakan musuh bagi memori, oleh karena itu stimulus intelektual menjadi kunci meningkatkan daya ingat. Membaca, mengerjakan teka teki silang, merencanakan perjalanan menyenangkan, melakukan hobi atau belajar skil baru seperti komputer dan bahasa asing akaan sangat membantu menajamkan memori.

Interaksi sosial

Berhubungan sosial dengan teman dan keluarga juga dapat membantu terhindar dari penyakit lupa. Penelitian bahkan menujukan lebih banyak seseorang berinteraksi sosial, semakin kecil mereka mengalami kerusakan fungsi kognitif.

Makan makanan peningkat daya ingat

Ini mungkin tidak termasuk dalam latihan mental, tetapi wortel mentah dan buah-buahan segar merupakan makanan yang memiliki peran besar menstimulus fungsi otak seperti daya ingat. Gula alam yang terkandung dalam buah-buahan sebenarnya dapat membantu kita berpikir dan mengingat kembali informasi lebih cepat.

Olahraga

Olahraga aerobik seperti berenang, jalan kaki dan sepeda dapat memompa oksigen ke dalam otot dan meningkatkan aliran darah dalam otak sehingga hasilnya otak lebih mudah mengingat sesuatu.

Buat petunjuk sistem memori

Karena semakin banyak informasi semakin besar peluang kita menjadi lupa. Untuk mengingatkan diri sendiri mengenai hal-hal penting, cobalah petunjuk memori berikut ini:

  1. Siapkan agenda atau organizer dekat dengat anda dan segera tulis segala hal penting termasuk tanggal, sesuatu yang perlu dilakukan dan lain-lain sebelum anda lupa.

  2. Dengar baik-baik informasi penting dan buat catatan kecil untuk mengingatkan apa yang terkait. Kembali sisihkan waktu untuk menuliskannya jika anda perlu.

  3. Jika anda harus mengembalikan sesuatu atau memberi seseorang sesuatu, simpan ditempat yang selalu anda lihat atau dekat sesuatu yang setiap hari anda bawa, seperti kunci mobil.

Oleh : MM. Sri Setiyati Harjadi, 1984, dan dari berbagai sumber lain.

Thursday, May 28, 2009

Orangtua, Kendalikan Emosimu

Sebagai orang tua, kita kadang lupa bahwa kita menjadi panutan buah hati kita. Ada saatnya kita mengalami tekanan masalah yang membuat kita kehilangan kendali dan marah. Menghindari hal tersebut, berikut beberapa cara untuk dapat mengendalikan amarah.

  1. Kenali amarah akan masa lalu Anda

    Terkadang orangtua memiliki masalah pelik dalam diri masing-masing baik itu masalah diri sendiri, pekerjaan ataupun antara hubungan sesama (baik itu pasangan, saudara bahkan orang tua)

    Telah banyak contoh kasus dan juga berdasarkan analisa yang ada bahwa banyak anak yang memiliki orang tua terutama Ibu yang memilki karakter temperatur tinggi dan pemarah akan menghasilkan seorang anak yang susah diatur dan tidak disiplin.

    Sebagai orang tua terlebih seorang Ibu dianjurkan agar mengenali dulu apa menjadi masalah dalam dirinya untuk dapat mengendalikan dan menenangkan emosinya;

    1. Apakah sebelumnya Anda diperlakukan tidak adil dan diperlakukan semena-mena (dipukul) di masa kecil Anda?
    2. Apakah Anda seseorang yang susah dalam mengendalikan emosi, bila dalam keadaan marah?
    3. Apakah Anda merupakan seseorang yang kurang sensitif terhadap perasaan damai?

    Kenali benar akan situasi permasalahan yang Anda hadapi apakah itu persoalan dalam hal pekerjaan, keluarga, orangtua, pasangan, diri sendiri, ataupun anak?

    Hal penting yang perlu diingat Anak adalah cermin dari diri kita sendiri! Jika anak-anak melihat Anda pada saat kejadian Anda sedang emosi baik itu dengan refleksi muka marah, dan mendengar suara dengan nada amarah, maka demikianlah anak itu akan menjadi seperti Anda.

  2. Jaga Keseimbangan emosi anda

    Setiap orang memiliki sifat emosional yang dapat meledak sewaktu-waktu. Beberapa orangtua memiliki kecenderungan pemarah pada saat mempunyai persoalan/permasalahan pada dirinya.

    Cobalah untuk mengkategorikan tingkah laku terhadap kenakalan anak-anak Anda menjadi 2 kategori :

    1. smallies (suka mengganggu) dimana suka usil, tidak bias diam, dan menangis bila dalam keadaan marah
    2. biggies (suka menyakiti diri sendiri ataupun orang lain dan juga barang-barang/peralatan yang ada disekelilinginya) dimana membutuhkan tindakan yang cepat tanggap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (kecelakaan. Luka) baik terhadap diri si anak maupun anak lainnya dan juga orang lain.

    Cobalah untuk mengkategorikan permasalahan dalam menangani anak dalam 2 kategori yaitu:

    1. Si Pengganggu, dimana kebiasaannya adalah mengganggu kesukaan dan milik orang lain dan senjata andalannya adalah menangis
    2. Si Perusak, dimana tingkat kenakalannya adalah merusak baik diri sendiri maupun barang miliknya atau yang ada disekitarnya, (membutuhkan tindakan yang cepat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan baik untuk anak yang lain maupun terhadap diri kita sendiri sebagai orang tua)

    Berikut cara mudah dalam menjaga keseimbangan emosi apabila terjadi kekacauan akibat dari kenakalan yang dilakukan anak-anak dengan kategori smallies, maka katakan dalam hati beberapa hal yang posisitif untuk menenangkan diri, misalnya;

    1. Saya marah tapi saya dapat mengontrol diri
    2. Kecelakaan kecil seperti ini biasa terjadi
    3. Saya orang dewasa dan harus bisa menghadapi ini dengan tenang
    4. Saya marah terhadap kekacauan yang terjadi bukan kepada anak-anak
    5. Tenangkan diri dan kita akan belajar dari apa yang terjadi hari ini

    Lakukan ini berulang-ulang dengan menggunakan taktik bersandiwara di depan anak-anak, mungkin dengan menggunakan kalimat yang dapat menggugah perasaan dan perilaku anak-anak, misalnya seperti;

    1. O..ow ada yang buat kekacauan disini
    2. Saya ambilkan kain untuk membersihkannya
    3. Tidak masalah! Mama Bantu untuk membersihkannya Anda akan melihat betapa kontradiksi yang terjadi pada masa kecil Anda. Tidaklah mudah dalam mempraktekkannya dibandingkan apa yang Anda bayangkan.

    Apabila Anda mengalami kesulitan dalam menjalankannya dalam hal untuk mengontrol emosi Anda, Anda mungkin dapat mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam, berlalu, tetap tenang, dan merencanakan strategi kemudian kembali ke tempat kejadian perkara. Dengan dapat mengontrol diri Anda dan menghadapi anak-anak dengan tenang apabila mereka sedang berulah, dan melakukan hal-hal diatas maka akan memberikan pelajaran bagi anak-anak bahwa anak-anak mengerti orangtuanya sedang dalam keadaan marah, dan orangtuanya berhak melakukan ini terhadap mereka, Dia tidak suka apa yang sudah aku perbuat dan lakukan, tetapi dia tetap menyangi aku, dan dia merasa aku sudah bias membantunya untuk membersihkan kekacauan yang sudah kulakukan.

    Dengan bertambahnya usia anak-anak maka akan makin beragam tingkah laku anak-anak, maka kesulitan dalam menanganinyapun semakin sulit bagi orangtua. Seringkali perasaan bersalah yang teramat sangat terhadap anak setelah emosi terlampiaskan seperti halnya melempar sesuatu sebagai pelampiasan kemarahan terhadap anak.

    Adalah lebih mudah apabila kita sebagai orang tua menyadari dapat mengontrol emosi dan kemarahan kita daripada mengontrol tingkah laku anak-anak saat ini dan nantinya. Dan bilamana kita sebagai orang tua mendapati diri kita sedang emosi pada anak, jangan biarkan emosi dan kemarahan terlepaskan begitu saja sehingga menjadi emosi yang tidak dapat terkontrol lagi

    1. Amarah kepada anak-anak
    2. Amarah terhadap diri sendiri
    3. Amarah yang berlebihan kepada anak akibat amarah kepada diri sendiri
    4. Amarah dikarenakan amarah

    Anda harus bisa menghentikan rantai amarah ini saat ini juga untuk melindungi diri Anda sendiri dan anak-anak Anda

  3. Kendalikan Amarahmu

    Emosi adalah suatu perasaan untuk melakukan sesuatu hal. Amarah dengan arahan yang baik dapat mengakibatkan kebaikan dan memperbaiki keadaan yang salah, misalnya pertama ketika dalam hal tidak membiarkan anak-anak melakukan hal-hal yang tidak benar, kedua dalam hal mengajarkan anak-anak dalam bertindak untuk bertingkah laku sopan kepada orangtua. Ini merupakan tindakan amarah yang baik.

    Amarah dapat menjadi sesuatu berbahaya bila tidak dapat menjadikan dan memperbaiki keadaan menjadi baik dan benar. Amarah yang terjadi dibiarkan dan menjadi berkelanjutan sehingga tidak menghiraukan perasaan Anda sendiri, diri sendiri, juga kepada orang yang menyebabkan amarah itu terjadi. Anda melewati ambang batas kesabaran Anda sehingga amarah itu semakin menjadi dan tidak dapat dibendung lagi. Itu merupakan amarah yang berbahaya.

  4. Berhenti untuk menyalahi diri sendiri

    Seringkali emosi dan kemarahan yang terjadi adalah merupakan sesuatu hal yang sangat Anda tidak suka, tetapi pada kenyataannya energi emosi berupa kemarahan seringkali terjadi tanpa kita sadari. Tapi sebagai bahan renungan bahwa ada kalimat mengatakan �Tidak ada orang yang sempurna, orang seringkali membuat kesalahan tanpa disadarinya� Hanya diperlukan bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut dengan tidak mengulanginya kembali. Selalu berpikir positif untuk tujuan kebaikan bersama terutam keluarga terutama anak-anak

  5. Hati-hati terhadap situasi keadaan diri yang kacau yang dapat menjadi acuan tingkat emosi atau kemarahan Anda

    Apakah situasi kehidupan Anda yang membuat Anda mudah emosi? Bila demikian maka Anda memiliki kecenderungan mudah marah terhadap anak-anak Anda. Misalnya pengalaman dalam kehilangan pekerjaan atau hal serupa lainnya merupakan salah satu akibat yang dapat menyebabkan emosi/kemarahan terjadi. Tetapi dengan menyadari situasi keadaan diri menjadikan diri lebih mudah untuk menghadapi tingkah laku kenakalan anak-anak bila tidak malah mengakibatkan kebalikannya. Dengan demikian Anda dapat menjelaskan situasi keadan diri Anda terhadap anak-anak Anda agar anak-anak dapat mengerti kesulitan akan keadaan yang sedang dihadapi oleh orangtuanya.

    Atau lebih tepatnya Anda dapat mengatakannya demikian: �saat ini Ayah sedang dalam keadaan bingung dan sedih dikarenakan Ayah sedang tidak bekerja lagi, Ayah ingin kalian mengerti hal ini. Ayah sedang mencari pekerjaan baru dan kita akan baik-baik saja sekarang tetapi apabila Ayah sedang bingung dan sedih mungkin terkadang Ayah akan bersikap emosi dan marah bukan karena Ayah tidak saying terhadap kalian tetapi dikarenakan ada hal-hal yang sedang dipikirkan Ayah yang membutuhkan konsentrasi dalam keadaan tenang.�

    Dan bila memang sudah sampai ke ubun-ubun Anda dan Anda tidak dapat menahan emosi Anda, maka sudah seharusnya Anda meminta maaf atas keterlanjuran emosi dan kemarahan yang sudah terjadi. Misalnya dengan mengatakan �Maafkan Ayah karena Ayah sudah marah tadi, itu dikarenakan Ayah sedang konsentrasi terhadap sesuatu, itu bukan salah kalian (anak-anak). Dengan demikian sebagai orangtua kita berusaha untuk selalu dapat berterusterang kepada anak-anak dan juga terhadap diri sendiri. Mengenali emosi diri kita maka kita dapat tetap menjaga emosi kita sampai dengan situasi keadaan yang membuat kita emosi terselesaikan.

    Akan selalu ada permasalahan dalam kehidupan ini yang tidak dapat kita tentukan kapan datangnya masalah tersebut. Semakin pandainya kita mengenali permasalahan yang ada terhadap situasi yang terjadi maka kita akan menjadi orangtua yang lebih berpengalaman dan bijaksana demikian juga sebagai diri sendiri (orang), dengan menyadari bahwa kehidupan keluarga yang Anda jalani adalah dengan dapat mengontrol segala tindakan yang diambil oleh Anda sendiri, yaitu dengan dapat menangani emosi Anda, dimana emosi dapat menjadi bumerang untuk Anda bahkan terhadap anak-anak Anda.

    Sumber : berbagai sumber

Wednesday, May 27, 2009

Menjadi Orang Tua Efektif

Metode Menjadi Orangtua yang Efektif (MOE) belum banyak dikenal. Ada pelatihan yang bisa diikuti oleh orangtua mengenai bagaimana menjadi orangtua yang efektif, yaitu pelatihan MOE. Pelatihan MOE membantu banyak orangtua mendapatkan perspektif baru dalam banyak hal. Pelatihan ini memberi para orangtua kemampuan yang dapat mereka gunakan untuk mengatasi masalah sehari-hari mereka dengan lebih efektif. Jika orangtua ingin menjadi efektif dalam menggunakan metode-metode yang telah mereka dapatkan, mereka harus memahami dahulu model teoritis yang dijadikan dasar pelatihan MOE.

Orangtua perlu mengetahui kapan menggunakannya dan mengapa. Kemampuan ini memerlukan dasar-dasar tertentu tentang hubungan antarmanusia. Salah satu kepercayaan yang paling banyak dianut mengenai menjadi orangtua adalah bahwa orangtua harus konsisten. Namun, sesungguhnya orangtua tidak perlu menjaga/ bersikap supaya tetap karena ada satu konsep yang disebut "tingkat penerimaan". Dengan konsep ini orangtua bisa memahami bagaimana mereka mau tidak mau tidak dapat konsisten. Semua orangtua akan mengalami inkonsistensi dalam sikap dan perilaku kepada anak-anak mereka karena dipengaruhi 3 hal: suasana hati; karakteristik anak; dan lingkungan. Demikian halnya juga dengan prinsip bahwa kedua orangtua harus selalu menunjukkan perasaan dan tindakan yang sama kepada anak-anak mereka. Konsep ini lebih merupakan pengingkaran terhadap perasaan sendiri. Artinya jika Anda harus tidak menyetujui suatu perbuatan anak Anda karena ayahnya tidak suka padahal Anda dapat mentolerirnya, itu berarti Anda mengingkari perasaan Anda dan bersikap tidak jujur kepada Anak. Karena itu, biarkan si Ayah menangani kelakuan anak tersebut.

Konsep pokok dalam model MOE adalah prinsip kepemilikan masalah. Tingkat kepentingannya tidak boleh dilebih-lebihkan. Begitu banyak orangtua merasa bertanggungjawab untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Pada saat masalah sesungguhnya milik anak, orangtua sering tergoda untuk masuk dengan dalih ikut bertanggungjawab untuk memecahkannya, lalu menyalahkan diri sendiri ketika ternyata mereka tidak berhasil. Program pelatihan MOE menawarkan kepada orangtua sebuah alternatif untuk membantu anak-anak mereka: biarkan anak mempunyai masalahnya dan menemukan sendiri penyelesaiannya.

Apabila perilaku anak menyebabkan orangtua mendapatkan masalah, orangtua harus menggunakan seperangkat ketrampilan yang berbeda, yaitu: ketrampilan yang akan efektif dalam mengusahakan perubahan pada anak sehingga perilaku yang tidak dapat diterima itu ditinggalkannya.

Banyak orangtua yang menganggap bahwa berbicara kepada anak yang sedang menghadapi masalah adalah dengan mengatakan sesuatu kepada anak. Sesungguhnya, lebih tepat kalau orangtua belajar untuk tidak berbicara dan sebaliknya harus mulai belajar mendengar. Dalam hal ini, jika orangtua lebih banyak berbicara yang terjadi adalah orangtua melakukan hal-hal yang menjadi pembuntu komunikasi, yaitu memberi perintah, mengingatkan, sok moralis, memberi nasehat, menggurui, mengkritik, mengejek, menganalisis, memuji, membesarkan hati, mengusut, atau mengalihkan perhatian. Reaksi atau tanggapan tersebut sering menghalangi komunikasi lebih lanjut dengan anak. Reaksi ini juga bisa menimbulkan efek yang menjatuhkan harga diri anak, selain merusak hubungan antara orangtua dan anak sendiri. Namun demikian, tindakan atau pesan yang dapat membuntukan komunikasi tersebut tidak selalu menghalangi komunikasi, menjatuhkan harga diri anak atau merusak hubungan mereka karena adakalanya anak tidak merasakan hal tersebut sebagai suatu halangan atau karena mereka sedang mengalami kebersamaan yang menyenangkan. Sekali-kali pada kesempatan tertentu, ajukanlah pertanyaan yang "berujung terbuka". Pertanyaan jenis ini jarang menghambat komunikasi. Namun, sebaiknya pertanyaan yang diajukan jangan bersifat mengusut atau bertujuan menyalahkan anak karena jika demikian pertanyaan tersebut akan menjadi pembuntu komunikasi.

Banyak orangtua beranggapan bahwa ketika anak-anak mengalami kesulitan, kesal takut, bingung, sedih atau ada kebutuhan lain yang tidak terpenuhi, anak-anak membutuhkan informasi atau fakta yang berupa penjelasan dari orangtuanya. Namun, kadang kala ini dapat membuntukan komunikasi karena pada saat-saat demikian anak tidak siap menyerap logika, atau anak menolak mendengarkan sesuatu yang sudah mereka ketahui. Oleh karena itu, pada saat demikian sebaiknya orangtua menjadi pendengar yang baik. Biarkan anak mengungkapkan masalah atau perasaannya.

Ada 4 kecakapan mendengar, yaitu mendengar pasif (diam), tanggapan mengiyakan, pembuka pintu atau ajakan (untuk bercerita), dan mendengar aktif. Teknik yang paling efektif adalah mendengar aktif. Di sini, tanggapan verbal dari si pendengar merupakan pantulan-pantulan dari pesan anak yang sebelumnya. Mendengar aktif berarti tidak diam (mendengar pasif) melainkan memberi tanggapan yang merupakan pantulan balik pesan si pencerita (anak). Dengan didengarkan secara aktif, anak dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya sehingga ia merasa ringan. Selain itu, anak-anak akan belajar dari reaksi orangtua bahwa perasaan sungguh ramah, tidak jahat atau menakutkan. Merasa didengar dan dipahami oleh orang lain adalah sesuatu yang membahagiakan sehingga pada waktu anak mengungkapkan perasaannya anak merasakan bahwa orangtua menyayanginya. Dengan mendengar secara empati, seseorang dapat memahami orang lain dan menghayati keunikannya.

Dengan demikian, mendengar melahirkan perasaan diperhatikan dan disayang. Hal ini akan mempunyai dampak positif, yaitu anak-anak akan lebih mendengarkan pesan orangtua mereka bila orangtua bersedia lebih dahulu mendengarkan mereka. Karena mendengar aktif akan membantu seorang anak berpikir sendiri dan menemukan pemecahannya maka anak lebih mampu mengusai diri, lebih bertanggungjawab, dan mandiri. Karena itu, orangtua akan belajar mempercayai anak dan menerima perasannya. Jika sudah terbiasa, orangtua bisa terlepas dari beban perasaan bahwa orangtua harus menyediakan solusi yang benar bagi anak. Keuntungan lainnya adalah orangtua dan anak akan menjadi pribadi yang terpisah dan orangtua tidak harus menjadi "orangtua super".

Teori MOE secara eksplisit mendukung sikap tegas orangtua kepada anak-anak apabila perilaku mereka menyebabkan orangtua bermasalah, tetapi juga menawarkan ketrampilan khusus, yang akan membantu mereka bersikap tegas secara jauh lebih efektif dan konstruktif. Dalam hal ini konsep "Pesan Kamu" dan "Pesan Aku" akan membantu orangtua berkomunikasi dengan anak. "Pesan Kamu" lebih mengacu ke anak ketimbang ke orangtua (biasanya menyalahkan, menegur, atau memarahi) sehingga semuanya merupakan pembuntu komunikasi. Pesan Kamu selalu berorientasi kepada anak, bukan kepada orangtua. Setiap kali orangtua melakukan "Pesan Kamu", selalu memberikan bobot yang berat pada "kamu" meskipun dengan kadar yang berbeda-beda. Dampak Pesan Kamu terhadap anak-anak yaitu: menolak mengubah perilaku apabila diperintah untuk melakukannya, anak merasa tidak dipercaya, merasa bersalah sesudah dipermalukan melalui penilaian, merasa ditolak, dll.

Tentu saja kemudian Pesan Aku lebih positif buat anak karena orangtua lebih jujur dengan perasaannya dan tidak menyalahi atau memarahi anak. Yang harus diingat adalah sewaktu menyampaikan pesan ini harus lengkap, jelaskan kepada anak perilakunya tersebut mempunyai efek yang nyata. Karena itu sebuah Pesan Aku yang lengkap harus mengandung (1) uraian tentang perilaku yang tidak dapat diterima, (2) perasaan yang dialami orangtua, (3) efek nyata dan konkret (atau akibat) pada orangtua.

Konfrontasi dengan anak menggunakan Pesan Aku tentu saja tidak selalu menghasilkan perubahan perilaku. Karena itu, jika menghadapi konflik dengan anak, orangtua perlu menggunakan Metode Anti Kalah. Metode ini memungkinkan orangtua dan anak bersama-sama mencari cara pemecahan yang akan memenuhi kebutuhan kedua belah pihak (tidak ada pihak yang kalah keduanya menang). Metode ini tidak bersifat memaksa. Metode ini mempengaruhi anak untuk meninggalkan perilaku mereka untuk peduli akan kebutuhan orang lain. Dengan metode ini orangtua tidak perlu lagi menerapkan disiplin (yang lebih menekankan kekuasaan orangtua atas anaknya) karena jika seseorang menggunakan kekuasaan dalam suatu hubungan, pengaruh orang tersebut akan berkurang.

Menjadi orangtua yang efektif itu tidak mudah. Oleh karena itu, orangtua perlu melatih dan membiasakan diri untuk menerapkan metode MOE ini. Pada akhirnya, orangtua perlu kembali mengingat tujuan metode MOE yaitu untuk meningkatkan efektivitas orangtua sebagai ibu atau ayah. Dalam hal ini, yang perlu diingat adalah bahwa anak-anak membutuhkan informasi dari orangtua yang akan memberitahu mereka tentang apakah perilaku mereka dapat diterima atau tidak. Jika tidak dapat diterima, anak-anak mungkin ingin mengusahakan suatu perubahan seperlunya sampai perilaku mereka dapat diterima, mereka lebih suka membatasi sendiri perilaku mereka. Bilamana konflik terjadi, anak-anak ingin berperan serta dalam proses pemecahan masalah sehingga apa pun keputusan yang membatasi perilaku mereka dapat diterima oleh mereka sendiri.

Sumber : YKAI

Wednesday, May 13, 2009

Dijamin Masuk Syurga

Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?”

Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.”

Lalu Nabi SAW bersabda, ”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim;
Umar masuk surga dan kawannya Nuh;
Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku;
Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin Zakariya;
Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud;
Azzubair masuk surga dan kawannya adalah Ismail;
Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah Sulaiman;
Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran;
Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam;
Abu Ubaidah ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.”

Cerita Sukses Honda

SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya" Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan". Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI .

Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo , akibat mengindap lever. Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif.

Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu . Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.

Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk enggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota , karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
Kuliah Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota .

Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk .

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru. Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. = = = = = = = = = = =

Lima Resep keberhasilan Honda
1.Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2.Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3.Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4.Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5.Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama

Tuesday, May 12, 2009

Legenda The Toyota Way tentu sudah sering kita dengar. The Toyota Way adalah sebuah rahasia umum untuk menjelaskan keberhasilan Toyota menancapkan dominasinya di dunia otomotif secara pelahan tapi pasti. Saya katakan “rahasia umum” karena rahasia tersebut sebenarnya sudah diketahui banyak orang. Para kalangan akademis dan periset telah sering melakukan kunjungan kerja ke pabrik-pabrik Toyota dan mempelajarinya. Bukan itu saja, para eksekutif perusahaan kompetitor juga sudah sering berlalu lalang di pabrik-pabrik Toyota untuk melihat langsung proses kerja Toyota. Tidak, mereka tidak dalam misi mata-mata karena Toyota selalu menyambut semua tamu-tamunya dengan tangan terbuka.

Saya sendiri cukup beruntung pernah menjadi salah satu tamu pabrik Toyota di tepi kota Melbourne, Australia. Kunjungan tersebut tentu berusaha saya manfaatkan sebaik-baiknya, apalagi waktu yang disediakan untuk tour tersebut hanya sekitar 1 jam. Bagi para mayoritas pengunjung, mereka mungkin berharap menemukan sesuatu yang “wah” dan spesifik untuk menjelaskan keberhasilan Toyota. Saya juga tidak luput dari harapan demikian.

Tetapi apa yang saya temukan ternyata berbeda. Ya, pabrik Toyota tersebut memang cukup bersih. Saya tidak melihat tumpukan raw materials atau bahan-bahan setengah jadi seperti yang sering ditemukan di banyak pabrik-pabrik lain. Alasannya tentu saja lean manufacturing. Namun saya tidak menemukan adanya robot-robot yang lebih canggih atau sistem informasi yang kompleks untuk mengatur semuanya. Alih-alih, mereka malah menggunakan cara manual untuk mengatur stok. Metode permintaan stok mereka yang terkenal dengan nama kanban hanya terdiri dari beberapa kontainer yang harus diisi sesuai dengan permintaan yang ditulis dengan spidol biasa.

Kalaupun ada yang lebih menarik, maka itu adalah tali andon yang menggelantung di sepanjang jalur produksi. Tali ini adalah tali sakti karena bila tali ini ditarik, semua jalur produksi akan berhenti. Yang menarik adalah: tali tersebut bisa ditarik oleh siapa saja, termasuk karyawan yang baru bekerja satu hari! Bayangkan seorang karyawan muda yang berhak memutuskan kapan sebuah jalur produksi harus berhenti. Tentu saja pemberhentian jalur produksi tersebut harus dengan alasan yang baik, yaitu bila terdapat masalah. Karena jalur produksi berhenti, semua orang merasa bertanggung jawab untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut. Upaya menyelesaikan masalah secara langsung pada sumbernya juga mengurangi potensi masalah akan terjadi berulang kali dan menumpuk menjadi masalah yang lebih besar.

Lantai pabrik tersebut juga menyediakan tempat khusus untuk berdiskusi dan menyelesaikan masalah. Diskusi seperti itu hampir pasti terjadi setiap hari. Lewat diskusi-diskusi seperti itu, proses kerja Toyota diperbaiki terus menerus setiap hari. Ya, setiap hari, bukan setiap tahun atau setiap bulan. Setiap hari! Perbaikan terus menerus ini bukan sekedar slogan, tapi sudah menjadi semacam obsesi. Saya masih teringat grafik-grafik yang ditempelkan di papan pengumuman yang mengilustrasikan berapa banyak ide-ide perbaikan dari karyawan pabrik yang masuk dan berapa yang direalisasikan. Grafik-grafik ini adalah saksi bisu betapa perbaikan terus menerus sudah menjadi darah daging semua karyawan pabrik. Kalau ada satu rahasia terbesar keberhasilan Toyota, mungkin inilah rahasianya.

Toyota sudah dianggap sebagai salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Diramalkan dalam waktu tidak lama lagi Toyota akan berhasil menggeser GM sebagai produsen mobil terbesar di dunia. Tetapi menariknya inovasi Toyota tidaklah seperti inovasi Apple atau Google yang secara terus-menerus mengeluarkan produk-produk yang menjadi bahan pembicaraan umum. Toyota memang sesekali mengeluarkan produk inovatif seperti Lexus atau Prius, tetapi pada kebanyakan kasus, inovasi Toyota berlangsung di belakang layar, sedikit demi sedikit, dan berlandaskan ide-ide dari para karyawan di tingkat terbawah. Inilah yang membedakan Toyota dengan perusahaan-perusahaan inovatif lainnya.

Itu juga alasan mengapa Toyota bisa saja membuka pintunya lebar-lebar untuk para pesaing dan tidak perlu khawatir para pesaingnya bisa menirunya. GM yang pernah membangun pabrik bersama dengan Toyota lewat program NUMMI memang berhasil belajar sedikit dari Toyota, tetapi tetap tidak mampu menyaingi Toyota. Resep sukses dan inovasi Toyota tidak terletak pada para lulusan MBA, teknik-teknik, alat-alat bantu, robotika, atau sistem informasi yang canggih. Resep keberhasilan dan inovasi Toyota terletak pada budaya perusahaan dan cara berpikir semua anggota perusahaan yang percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berinovasi dan setiap orang harus diberi kesempatan untuk menyumbangkan dan merealisasikan idenya.

Rahasia tersebut sebenarnya bukanlah rahasia, tetapi sudah merupakan pengetahuan umum. Tetapi apa yang menjadi pengetahuan umum belum tentu menjadi praktek umum. Jurang antara pengetahuan dan praktek tersebut adalah alasan mengapa Toyota berhasil sementara perusahaan-perusahaan otomotif besar lainnya seperti GM, Ford, dan DaimlerChrysler masih bergelut dengan masalah mereka masing-masing.

Rahasia tersebut juga bukan monopoli industri otomotif. Perusahaan Anda bisa mempelajarinya. Anda juga bisa mempelajarinya untuk kehidupan pribadi Anda. The Toyota Way adalah sebuah filosofi, bukan kumpulan teknik-teknik.


Sumber: Itpin.com