Nurul Ulfah - detikHealth

Ilustrasi (Foto: Assetcache)
Pertanyaan-pertanyaan itu diajukan para peneliti. Hasilnya, menunjukkan, 50 persen pekerja membawa pekerjaannya ke rumah. Banyak pekerja yang mengaku kesulitan membagi waktu antara urusan kerja dan urusan rumah.
Jika sudah begitu, ancaman stres, hipertensi hingga penyakit jantung membayangi.
Sosiolog Scott Schieman dari University of Toronto dan Melissa Milkie dari University of Maryland melakukan survei terhadap 1.800 pekerja Amerika untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan dan urusan keluarga.
"Hampir setengah partisipan mengaku tidak bisa menyeimbangkan antara urusan pekerjaan dan rumah. Pekerjaan lebih banyak mendominasi hidup mereka. Hal ini ternyata berdampak langsung pada kesehatan, mulai dari stres, hipertensi hingga jantung," kata Schieman seperti dilansir Suntimes, Sabtu (23/1/2010).
Hasil survei juga menunjukkan bahwa dokter dan pengacara adalah jenis pekerjaan yang paling mempengaruhi kehidupan pribadi. Jumlah jam yang panjang dan tidak menentu membuat seseorang dengan profesi tersebut harus pintar-pintar mengatur waktu jika tidak ingin terkena masalah atau penyakit.
"Masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan bisa menimbulkan konflik dan situasi penuh tekanan di rumah. Semakin besar tanggung jawab di pekerjaan atau semakin tinggi posisi dalam perusahaan, semakin besar pula tanggung jawabnya terhadap keluarga," tutur Schieman.
Ada pepatah yang mengatakan jika kita tidak bisa mengubah keadaan atau lingkungan sekitar maka ubahlah diri sendiri terlebih dahulu. "Artinya, jika kita dihadapkan pada pekerjaan dengan tanggung jawab atau tuntutan yang berat, maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menyesuaikan diri, " ujar Schieman.
Berikut ini ada beberapa tips untuk menyeimbangkan antara urusan pekerjaan dan urusan rumah:
- Buatlah jadwal kegiatan dalam seminggu dan sortirlah kegiatan yang kira-kira bisa didelegasikan dan kegiatan yang harus ditangani sendiri.
- Belajarlah untuk berkata 'tidak' dengan sopan. Kata 'tidak' mungkin adalah langkah awal untuk mengontrol hidup seseorang.
- Tinggalkan pekerjaan yang belum selesai di kantor. Belajarlah membangun pemisahan antara urusan kerja dan rumah. Mematikan blackberry dan laptop adalah langkah awal yang baik.
- Buatlah rutinitas harian, meski itu hal-hal kecil seperti mencuci atau belanja. Ini akan membuat waktu terasa lebih berkualitas.
- Dalam setiap minggunya, rencanakan setidaknya ada satu hari, satu sore atau malam untuk rekreasi. Ajaklah keluarga melakukan rekreasi kecil dan hindari semua hal yang menyangkut pekerjaan disaat rekreasi.
- Komunikasikan segala sesuatu dengan baik. Kesalahpahaman antara pekerja
- Nikmati waktu pribadi dan jangan merasa bersalah karenanya.
- Luangkan waktu untuk olahraga minimal satu jam di tempat fitnes, kelas yoga, joging atau sekedar jalan kaki.
- Jangan kurang tidur. Kebanyakan masalah pekerja adalah kurang tidur karena pekerjaan yang menumpuk. Tapi kurang tidur bisa mencuri kesehatan dan produktivitas seseorang.
- Ciptakan lingkungan kerja sehat yang saling mendukung antara urusan pekerjaan dan urusan pribadi.
- Carilah bantuan ahli atau profesional jika sudah mengalami stres tingkat tinggi.
0 comments:
Post a Comment