Wednesday, April 21, 2010

2 Ayah Hebat

Clark, Seorang anak berumur 11 tahun.Malam itu , Ia akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ia sudh menunggu 1 minggu untuk bisa melihat atraksi itu

Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakangserombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya.Mereka sepertinya dari keluarga yang sederhana.

Keluarga itu terlihat bahagia . Anak-anaknya berteriak-teriak penuh keceriaan sambil memerankan binatang-binatang yang ada dalam iklan sirkus itu.

Dari pembicaraan mereka, Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu.

Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak
8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar.

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus
mengatakan kepada anak2 mereka bahwa malam itu mereka batal
nonton sirkus karena uangnya kurang.

Sementara anak2 nya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar
untuk segera masuk ke sirkus.

Tiba2 Ayah Clark menjatuhkan uangnya. Kemudian menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata: “Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20 dollar dan mengedipkan sebelah matanya.

Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan
terima kasih kepada Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi
sangat berarti bagi keluarganya.

Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira keluarga
besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus.

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang.

Ya, mereka batal nonton sirkus, karena uang Ayah Clark sudah diberikan
kepada Bapak 8 anak tadi.

Malam itu, Clark merasa sangat bahagia.Ia tidak kecewatidak bisa melihat sirkus dengan ayahnya.Yah dia gagal melihat pertunjukan sirkus. Tapi sebgai gantinya telah melihat pertunjukan dua orang Ayah hebat.Yang akan dia kenang sepanjang hidupnya!

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah ta’ala hanya merahmati hamba-hambaNya yang pengasih.” (HR. Bukhari)

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.” (HR. Bukhari)

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain, atau melunasi hutang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan ” ( Hadits riwayat Thabrani ).

” Barangsiapa yang bersikap ramah kepada orang lain dan meringankan beban hidupnya baik sedikit maupun banyak maka kewajiban bagi Allah untuk memberikan kepadanya pelayanan dengan pelayanan surga ”
(HR Thabrani ).

10 Tips Ayah Hebat

1. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi
anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.

2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya
mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda,
mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang
Anda katakan.

3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka
melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada
anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika
mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan
dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.

4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk
menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang
berarti atas perilaku yang diinginkan.

5. MODEL PERAN.
Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya
yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam
diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan
hati, dan tanggung jawab.

6. JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.

7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan
struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka
kerjakan.

8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri.
Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda
mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur
hidup.

9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal
dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.

10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau
pernikahan, para Ayah terus memainkan
peran penting dalam kehidupan anak-anak
mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.

Ayah bijak dan anak pemarah

Di suatu keluarga, ada seorang ayah yang terkenal bijak, dan anaknya yang dikenal sebagai orang temperamen, suka marah-marah.

Kemudian, sang ayah karena melihat anaknya yang begitu temperamen, sang ayah berkata,"Anakku, bila engkau hendak marah, tancapkanlah paku di pagar kayu di belakang rumah kita."
Maka, setiap hari, saat sang anak itu hendak marah, ia menancapkan paku di pagar kayu belakang rumahnya.
Hingga setelah beberapa lama, mungkin juga hingga beberapa bulan lamanya, pagar-pagar kayu tersebut penuh akan tancapan paku yang ditancapkan oleh sang anak, sehingga lama-kelamaan sang anak mulai sadar, bahwa lebih mudah untuknya menahan amarah daripada untuk menancapkan paku di pagar kayu tersebut.
Sang ayah pun memperhatikan hal tersebut, lalu ia berkata, "Anakku, bila dalam sehari engkau tidak marah, cabutlah paku-paku yang telah kau tancapkan." "Baiklah ayah." sahut sang anak.

Lalu, beberapa hari, mungkin hingga berbulan-bulan sang anak sudah tidak pernah marah-marah lagi, hingga paku-paku yang tadinya tertancap di pagar kayu tersebut telah dicabut olehnya sebagai tanda ia tidak lagi marah-marah.
Melihat hali itu, sang ayah berkata,
"Kau lihat anakku? Meskipun semua paku telah kau cabut, tapi tetap saja meninggalkan bekas dari paku yang kau tancapkan, dan tidak akan bisa kembali bagus seperti semula. Itu adalah perumpamaan seorang yang marah kepada orang lain, meskipun kau telah meminta maaf kepada orang yang telah kau marahi tanpa alasan yang jelas, tetapi tetaplah di hati orang itu masih ada rasa terluka dan tak bisa lagi kembali seperti semula."

Mendengar itu, sang anak pun tertunduk, tersadar dan meneteslah air matanya, teringat akan orang-orang yang pernah ia marahi tanpa alasan yang jelas.
Lalu, ia pun berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut -memarahi orang tanpa alasan yang jelas-.

Begitulah, pandai-pandailah kita memelihara mulut kita, salah sedikitpun kita bisa melukai hati seseorang yang mungkin akan susah hilang perasaan terluka meski kita telah meminta maaf.